Minggu, 23 September 2012

gethuk khas kudus(kajar)

gethuk nyimut


  Saat musim penghujan, makanan atau cemilan hangat menjadi pilihan favorit saat berkumpul bersama keluarga. Gethuk nyimut, makanan
 khas Kudus, Jawa Tengah, salah satunya. Musim hujan kali ini gethuk nyimut kian laris diserbu pembeli.

Gethuk merupakan makanan tradisional yang populer di masa lalu. Ketika masa penjajahan, Jawa terkenal dengan gethuk. Seiring perjalanan waktu, makanan berbahan dasar ketela tersebut dianggap kuno.

Kini gethuk kembali digemari. Di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kudus, Jawa Tengah, banyak orang berdatangan ke warung kecil milik Warsini. Mereka ingin menikmati gethuk buatan wanita 45 tahun itu. Meski lokasinya di pelosok, tidak menyurutkan niat pelanggan yang ingin menikmati lezatnya gethuk nyimut.


  Warung Warsini selalu ramai disambangi pelanggan. Mereka langsung nyelonong ke dapur Warsini dan mengambil gethuk sendiri. Setiap hari, Warsini selalu sibuk di dapur menyiapkan gethuk berukuran sebesar bola tenis dalam keadaan hangat bagi para pelanggan.

Gethuk nyimut memang tidak bisa langsung siap saji. Begitu ada yang datang, Warsini baru menggorengnya. Pelanggan harus bersabar menunggu sekitar 10 hingga 15 menit. Sambil menunggu, pelanggan bisa menikmati segelas kopi atau teh panas.

Menurut beberapa pelanggan, gethuk akan terasa nikmat jika dipadu dengan kopi hitam panas. Apalagi dinikmati saat musim hujan seperti sekarang.

Warsini sudah menjual gethuk nyimut sejak sembilan tahun lalu. Nama gethuk nyimut muncul dari para pelanggan. Gethuk nyimut berarti enak dan lezat, apalagi saat disajikan hangat. Cara memakannya harus dicuil sedikit demi sedikit.

Warsini menambahkan, gethuk nyimut buatannya saat ini semakin laris. Bahkan, pembeli saat ini kebanyakan kaum muda.

0 komentar:

Posting Komentar